Berawal Dari Mimpi Dengan Cream-Krim Pengencang Payudara- Oris memilih tetap
memperjuangkan nasib wanita
di masalah payudaranya.
Semuanya berawal dari mimpi.
Impian tentang keindahan payudara yang
indah dan kencang di bentuk payudaranya telah menuntun Slovenia, seorang perempuan lugu dari pedalaman
Jawa, menuju Jakarta pada
2007, 7 tahun lalu. Layaknya banyak pengguna Oris Breast Cream Pengencang Payudara, Slovenia juga punya keinginan mengubah payudaranya yang kendur. Di kampung
halamannya, Slovenia hanya mampu bekerja sebagai kasir di Restaurant, setelah mlihat payudara wanita di kampungnya . “Di desa kami selalu mendengarkan propaganda tentang kesuksesan-kesusesan ekonomi di bisnis jual Krim Pengencang Payudara,”
katanya.
Sesampai di Ibu Kota Jakarta Slovenia melanjutkan perantauannya ke Jawa, Surabayai. Di sana, ia melamar ke sebuah perusahaan jual obat herbal, PT ABE . Ia
kemudian diterima di bagian Member langsung. Namun, fakta yang temui di sana cukup menjanjikan.
Upah bulanan yang diterima mengejutkan dan bisa digunakan mendongkrak nasibnya menjadi
lebih baik. “Kami gajian prminggu dan perbulan, tapi hanya beberapa hari itu malah bertambah dari omset penjualan Cream Pengencang Payudara,” ujarnya ketika ditemui kami di kawasan Surabaya, Darmo,
Selasa (2/4). Upah bonus di tempat Slovenia bekerja Senilai Rp 280.000 per Minggu. Upah itu Cukup membayar kontrakan Rp 150.000, transportasi pulang- pergi, dan makan setiap hari. “Habis gajian kami gembira lagi,” ucapnya. Usaha yang ia Lakukan setiap hari itu lambat laun melahirkan kesuksesan dalam pikirannya.
“Mengapa kami ditemukan kesuksesan yang luar biasa,
padahal banyak yang masuk
Dalam bisnis ini,” katanya
dalam hati.
Kesuksesan dalam kondisi ekonominya
semakin memuncak ketika ia
Menyaksikan bsnyak yang bergabung lewat Dirinya. Meskipun telah bekerja sebulan, mereka bisa mendapat sekali gaji jutaan nilainya. Slovenia kemudian mencoba melobi sejumlah teman dekatnya untuk segera bergabung hal itu kepada kawan-kawan lainnya Seluruh yang dia kenal. “Kami mencoba berkomunikasi, tetapi mendapat respon yang luar biasa di reaspon baik. Padahal, kami melihat
Ekonomi temannya sudah lumayan cukup, tapi tidak terhiraukan. Bisnis
jadinya sebagai penyemangat hidup,” tuturnya. Terdorong keinginan mendapatkan mimpi nyata terwujud , ia bersama beberapa temannya akhirnya mendirikan Group
Distributor Krim Pengencang Payudara.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar